23.02 | Posted in , , , , ,

Mengusir Jin

Di dalam Al-Quran dan Sunnah, terdapat banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang kewujudan jin, syaitan, iblis, roh dan ilmu sihir. Terdapat juga banyak dalil yang menunjukkan tentang merawat diri kita dengan ayat-ayat Al-Quran, dan doa-doa yang diajar oleh Nabi supaya melindungi diri kita dari kejahatan makhluk-makhluk-Nya, termasuklah gangguan jin, syaitan dan iblis.

Di antara Surah-surah yang sering kita baca ialah Surah Al-Falaq dan An-Naas. Jika diteliti akan maksud dan tafsirannya, kita boleh dapati pengajaran mengenai meminta perlindungan Allah s.w.t dari kejahatan jin, manusia dan juga sihir.

Sebelum kita pergi lebih jauh adalah penting untuk kita tahu apakah itu maksud "Ruqyah"

Ruqyah
Ruqyah secara biasa adalah jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar'i ( Ruqyah Syar'iyah ) adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya. Dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadiths-hadiths Rasulullah SAW yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan.

RUQYAH SECARA UMUM TERBAGI KEPADA DUA :

  • Pertama : Ruqyah yang diperbolehkan oleh syari'at Islam iaitu disebut Ruqyah Syar'iyah.
  • Kedua : Ruqyah yang tidak dibenarkan oleh syari'at Islam, iaitu Ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak difahami maknanya atau Ruqyah yang mengandungi unsur-unsur kesyirikan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak ada unsur syirik." ( HR. Muslim )

PENGERTIANRUQYAH
Ruqyah secara biasa adalah jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar'i ( Ruqyah Syar'iyah ) adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya. Dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadiths-hadiths Rasulullah SAW yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan.


RUQYAH SECARA UMUM TERBAGI KEPADA DUA MACAM:

Pertama : Ruqyah yang diperbolehkan oleh syari'at Islam iaitu disebut Ruqyah Syar'iyah.
Kedua : Ruqyah yang tidak dibenarkan oleh syari'at Islam, iaitu Ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak difahami maknanya atau Ruqyah yang mengandungi unsur-unsur kesyirikan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak ada unsure syirik."(HR.Muslim)

SYARAT RUQYAH SYAR'IYAH

Para ulama sepakat membolehkan Ruqyah dengan tiga syarat;
  1. Dengan menggunakan firman Allah ( ayat-ayat Al-Quran ) atau nama dan sifat-sifat-Nya.
  2. Mempergunakan Bahasa Arab atau bahasa yang dapat difahami maknanya.
  3. Berkeyakinan bahwa zat Ruqyah tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas izin Allah SW

KETENTUAN MERUQYAH

Tatkala melakukan Ruqyah hendaknya diperhatikan ketentuan berikut ;

1. Ruqyah tidak mengandungi unsur kesyirikan.
2. Ruqyah tidak mengandungi unsur sihir.
3. Ruqyah bukan berasal dari dukun, paranormal, tukan telek dan orang-orang yang segolongan dengan mereka, walaupun secara zahir mereka memakai sarban, jubah dan sebagainya. Kerana bukan penampilan yang menjamin seseorang itu terbebas dari perdukunan, sihir dan kesyirikan.
4. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang tidak bermakna atau tidak difahami maknanya, seperti tulisan abjad atau tulisan yang tidak difahami.
5. Ruqyah tidak dengan cara yang diharamkan seperti dalam keadaan junub, di kburan, di kamar mandi, di bilik yang gelap dan sebagainya.
6. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang diharamkan, seperti celaan, cacian, laknat dan lain-lainnya.

KEUTAMAAN AL-QURAN DAN SUNNAH RASULULLAH SAW

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan juga obat penawarnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Setiap penyakit ada ubat penawarnya dan apabila suatu ubat itu sesuai dengan jenis penyakitnya, maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah." ( HR. Muslim )

Dan yakinlah bahwa tidak ada yang mampu menyembuhkan sesuatu penyakit melainkan hanya Allah SWT. Maka di antara cara yang paling tepat efektif dan mujarab untuk menghilangkan sesuatu penyakit dan menangkal mara bahaya adalah dengan memfungsikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pengubatan. Al-Quran telah menjelaskan hal itu secara terang :

Katakanlah, "Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar." ( QS. Fushshilat : 44 )

"Dan kami turunkan dari Al-Quran ( ada ) sesuatu yang menjadi ubat penawar dan menjadi rahmat bagi orang yang beriman."(QS.Al-Isra':82)

Junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya telah mencontohkan pengubatan dengan mempergunakan Al-Quran dan doa-doa untuk mengubati berbagai macam penyakit, baik disebabkan oleh tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh gangguan jin seperti kerasukan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau terkena gigitan binatang berbisa seperti kala-jengking, ular dan sebagainya. Rasulullah SAW juga mempergunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa untuk penjagaan dan perlindungan diri.


BEBERAPA ALASAN RUQYAH BERDASARKAN HADITHS-HADITHS YANG SAHIH

· Nabi Muhammad SAW meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian usapkan ke seluruh tubuh terjangkau oleh kedua tangannya. (HR. Al-Bukhari )

· Jabir Bin Abdullah r.a. berkata, "Seseorang di antara kami disengat kalajenking. Kemudian Jabir berkata, "Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahkannya? Maka beliau bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah." ( HR. Muslim )

· Aisyah r.a. juga mengatakan, "Rasulullah SAW memerintahkan padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh 'ain ( mata yang dengki )." ( HR. Muslim )

· Dari Abu Sa'id Al-Khudhri r.a., Jibril mendatangi Nabi SAW, lalu berkata, "Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?" Beliau menjawab, "Ya!" Kemudian Jibril (meruqyahnya ), "Bismillahi arqika, min kulli syai'in yu'dzika, min syarri kulli nafsin au 'aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika" ( "Dengan nam Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu")( HR. Muslim )

· Aisyah r.a. berkata, "Biasanya Rasulullah SAW apabila ada seorang yang mengeluh rasa sakit, beliau usap orang tersebut dengan tangan kanannya, kemudian berdoa, "Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah kerana Engkaulah pemberi penyembuh, tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada meninggalkan penyakit." ( HR. Muslim )

· Uthman Bin Abil 'Ash r.a. datang menemui Rasulullah SAW mengadukan rasa sakit pada tubuhnya yang dia rasakan semenjak masuk Islam, kemudian Rasulullah SAW berkata, "Letakkan tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian bacalah; "Bismillahi" ( dengan menyebut nama Allah ) tiga kali, dan bacalah; "A'uzu billahi wa qudrotihi min syarri ma ajidu wa uhadziru" ( aku berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan yang aku dapati dan yang aku hindari ) tujuh kali." ( HR. Muslim )

AYAT-AYAT RUQYAH

1. Surah Al-Fatihah ( ayat 1-7 )

2. Surah Al-Baqarah ( ayat 1-5 )

3. Surah Al-Baqarah ( ayat 102 ) di ulangi sebanyak 7 kali.

4. Surah Al-Baqarah ( ayat 163-164 )

5. Surah Al-Baqarah ( ayat 255 )

6. Surah Al-Baqarah ( ayat 285-286 )

7. Surah Al-'Imran ( ayat 18-19 )

8. Surah Al-A'raf ( ayat 54-56 )

9. Surah Al-A'raf ( ayat 117-122 ) di ulangi sebanyak 7 kali.

10. Surah Al-A'raf ( ayat 120 ) di ulangi sebanyak 30 kali secara bersendirian

11. Surah Yunus ( ayat 81-82 ) di ulangi sebanyak 7 kali

12. Kemudian baca ayat ini:-

ŘĄِنَّ اللّهَ ŘłَŮŠُبْŘ·ِŮ„ُهُ

Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya


13. Surah Thaha ( ayat 69 ) di ulangi sebanyak 7 kali

14. Surah Al-Mukminin ( ayat 115-118 )

15. Surah As-Shaffat ( ayat 1-10 ).

16. Surah Al-Ahqaf ( ayat 29-32 )

17. Surah Ar-Rahman ( ayat 33-36 )

18. Surah Al-Hasyr ( ayat 21-24 )

19. Surah Al-Jin ( ayat 1-9 )

20. Surah A1-Ikhlas ( ayat 1-4 )

21. Surah Al-Falaq ( ayat 1-5 ) di ulangi sebanyak 9 kali

22. Surah An-Nas ( ayat 1-6 )


��



PROSES MEMORI OTAK

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS.Fussilat [41]:21)
Misteri terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta'ala anugerahkan dalam hidup kita adalah otak.Prinsip kerja otak dapat digambarkan sebai system yang rumit yang melibatkan tingkatan dalam struktur kehidupan.
Data yang menunjang hipotesis ini adalah hasil penelitian dari Dr. Kirschvink dari Caltech yang menemukan partikel magnetitite (mineral campuran feri-fero oksida, Fe3O4, dan biji besi) sebanyak tujuh(7) miliyar tersebar didalam otak manusia.
Proses ini terjadi melalui perambatan potensial aksi dari jaringan saraf (sensoris) maupun dari perubahan (de dan repolarisasi) potensial membran istirahat (perubahan gradian elektrokimia).
Dinamika persamaan Nernst dan hokum Ohm akan mengakibatkan bervariasinya influx K+/Na+. Pertukaran kedua ion tersebut dapat di ikuti ion lainnya yang bias menembus membrane. Fluktuasi gradian elektrokimia bergantung pada mekanisme aktivitas yang antara lain diefektori oleh peptida hormon dan katekolamin.
Peptida adalah sekelompok hormon yang di aliran darah, terdiri atas rantai asam amino (salah satu kandungan yang terdapat di habbatus sauda’) dan berfunsi sebagai pembawa pesan untuk kondisi tubuh, mood, pikiran dan ingatan. Sedangkan hormone katekolamin adalah hormon atau senyawa yang di buat dari asam amino tirosin dan di produksi dalam tubuh, tugasnya adalah memfasilitasi reaksi fisik yang berkenaan dengan persiapan aksi otot mencakup peningkatan denyut jantung dan paru-paru, pengembangan kerja lambung dan usus halus, penyempitan pembuluh darah dibanyak wilayah tubuh inhibisi kelenjar mata, pembesaran pupil mata, relaksasi kandung kemih dan penghambat ereksi.
Ikatan peptida hormon atau katekolamin pada reseptornya akan meningkatkan infliks Ca2+ dan sintesis cAMP (siklus adenine monofosfat). Pada kondisi tersebut, keberadaan Ca2+ ataupun K+ akan mempertahankan status tereksitasi (terangsang) sambil diimbangipencapaian equilibrium Nernst ( potensial aksinya naik turun ). Kondisi ini menjelaskan mengapa memori kita menjadi sangat kuat (hafal) terhadap sesuatau hal jika hal tersebut menyentuh perasaan kita.
Kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, misalnya, akan meningkatkan peptide hormone endorphin, oksitosin, prolaktin, prepioid melanokortin, dan enkefalin yang gilirannya akan mengakifkan serotonin. Pada saat bersamaan, smua hal dan data yang terkait dengan peristiwa “jatuh cinta” kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan terekam dengan baik.
Sementara itu, sebagai pasangan fitrahnya, cAMP bertugas untuk mereduksi pola eksitarori promemori. Tugasnya terkait dengan “pembersihan” dan pemerataan alokasi ruang penyimpanan memori otak. Jika kita belajar dan berupaya keras hanya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan niat yang lurus dan kuat tersebut, cAMP akan terurai oleh kompleks Ca2+/K+ kalmodulin (melalui aktivasi enzim fosfodiesterase) sehingga otak bisa terus merekam dengan baik.
Hasil penelitian tentang cAMP Responses Element Binding Protein (CREBP) yang bertugas men set up kembali protein-protein memori ke konformasi semula (kosong)/mekanisme penghapusan memori (proses lupa).
Subhanallah, tanpa adanya proses lupa betapa menderitanya kita
Karakterisasi gelombang otak pun (alfa sampai tetha) dapat menjadi bukti adanya perubahan sifat pada awan foton maya akibat terjadinya stimulus yang bersifat dinamis. Perubahan pada karakter amatan dapat pula diartkan sebagai petunjuk akan adanya perpindahan berbagai unsur subatomik yang senantiasa mencari bentuk keseimbangan baru (bertasbih).
Hipotesis pembentukan memori dan kecerdasan pada tingkat subatomik (meson dan gluon) akan membuka wacana bahwa memori dan kecerdasan bias tersimpan dan berlaku di sel neuron dan di seluruh sel-sel tubuh manusia. Beerbagai perubahan dan rangsangan yang di terima oleh setiap sel kita (sesuai dengan hokum Newton III/aksi-reaksi dan hokum kekekalan energi) akan dapat diamati sepanjang proses yang berjalan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah diatas. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS.Fussilat [41]:21)
SUBHANALLAH.
Oleh : Amir Hamzah.S.Psi

PERBEDAAN OBAT KIMIAWI DAN OBAT HERBAL


Obat Kimiawi :

1. Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.

2. Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.

3. Bersifa paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak akan menjadi racun yang berbahaya.

4. Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.

5. Reakdi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.

6. Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.

Obat Herbal :

1. Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.

2. Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.

3. Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.

4. Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.

5. Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.

6. Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.

AWAS !!! Waspadai Efek Samping Obat Kimia

Cobalah Anda membaca brosur atau aturan pakai pada obat-obatan kimia, Anda akan menemukan serentetan efek samping yang bisa Anda alami jika mengonsumsinya.


Tapi berbeda halnya dengan obat herbal murni, Anda tidak akan menemukan efek samping ketika mengonsumsinya. Dan jika ada toh, efek samping yang ada sebenarnya hanyalah merupakan proses penyembuhan karena tubuh telah menerima “makanan” dengan kadar sangat tinggi. Kita semua perlu memahami adanya perbedaan antara efek samping dengan proses penyembuhan. Efek samping adalah suatu reaksi tubuh yang menolak terhadap pengobatan yang diberikan, dan ini biasanya diakibatkan oleh karena pengobatan sintetis atau kimia dimana unsur tidak alami ini dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh.
Sedangkan proses penyembuhan secara garis besar digolongkan menjadi 3, yaitu:

1. Proses penyesuaian tubuh, dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan. Reaksi yang mungkin muncul berbeda-beda pada tiap individu, misal: pusing, mual, sakit perut.

2. Proses detoksifikasi, dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan. Reaksi yang mungkin muncul: batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, borok, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar.

3. Proses regenerasi, dimana setelah menerima pengobatan, tubuh menganti sel-sel lama dengan sel-sel baru untuk memperbaiki sel, jaringan atau organ yang telah rusak.

Reaksi yang mungkin muncul: rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, kulit pecah-pecah, badan lemas, demam, dll. Proses penyembuhan yang terkadang menimbulkan reaksi tidak nyaman di atas, harus dialami oleh tubuh supaya tubuh bisa mengalami kesembuhan.

Jika Anda merasakan reaksi tidak mengenakkan setelah menggunakan pengobatan alternatif (termasuk terapi herbal), dan kemudian Anda menghentikan pengobatan yang diberikan, itu sama saja dengan menghentikan proses penyembuhan. Suatu reaksi bisa dikatakan merupakan suatu efek samping (tubuh menolak pengobatan yang diberikan) apabila setelah melewati 3 hari, kondisi penderita MAKIN BERTAMBAH PARAH pada saat pengobatan diteruskan.

Reaksi-reaksi negatif ini biasanya terlihat langsung pada saat penderita mengonsumsi obat-obatan kimia yang tidak cocok dengan tubuh. Jadi jangan biasakan anda meminum obat-obatan kimia (walaupun hanya obat yang ada di warung sekalipun). Pilek sedikit, obat. Batuk sedikit obat.

Pusing sedikit, obat. Tahukah anda bahwa obat-obatan yang anda konsumsi lama-kelamaan akan menimbulkan penyakit baru yang sebenarnya anda tidak pernah mengalaminya seperti kerusakan pada ginjal, jantung, hati, menyebabkan tumor, hipertensi, merusak usus, mengakibatkan kebutaan, menyebabkan kelumpuhan, kejang-kejang, diare, depresi, paru-paru basah, sesak nafas, sakit kepala, dan lain sebagainya.

Parahnya lagi obat-obatan kimia tersebut kebanyakan tidak menyembuhkan anda dari penyakit yang anda derita melainkan hanya menghilangkan gejalanya saja. Sedangkan penyakitnya masih bersemayam di dalam tubuh anda. Semua orang juga tahu bahwa mengonsumsi obat kimia adalah berbahaya, sedangkan suplemen bisa kita konsumsi setiap hari. “Katakan TIDAK pada Obat Kimia”

HATI-HATI !!! BAHAYA OBAT KIMIA MENGANCAM

Banyak praktisi kesehatan terlebih masyarakat awam, tidak mengetahui FAKTA bahwa makin rutin kita memakai obat-obatan kimia, makin resisten (menolak dan kebal) pula tubuh dan penyakit MELAWAN pengobatan yang diberikan.

Jika pengobatan kimia ini diteruskan, ini akan mengakibatkan kerusakan yang cukup fatal bahkan kematian!

ARV yang jadi andalan para Odha pun juga demikian. Hal ini dengan sederhana bisa kita pelajari dari sejarah atau fakta keseharian di sekitar kita. Coba Anda perhatikan bahwa seseorang yang sudah terbiasa meminum obat flu (misal: Sanaflu, Fludan, Inzana, dll) setiap kali terserang influensa, dosis yang diminum lama-kelamaan semakin meningkat. Ini bukan menandakan virus flunya yang makin kebal, tapi suatu petunjuk bahwa tubuhnya makin resisten.

Contoh lain, khusus untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, para dokter medis konvensional akan memberikan antibiotik sintetis pada pasien. Pemakaian rutin antibiotik ini pun tetap saja membuat bakteri makin resisten. Pasien lama-kelamaan akan menaikkan dosis antibiotiknya. Antibiotik sintetis yang diberikan dengan tujuan mematikan bakteri penyebab penyakit ternyata juga mematikan bakteri lainnya yang SANGAT kita butuhkan untuk bisa tetap sehat. Jika bakteri penyebab penyakit ini masih tersisa, bakteri ini akan resisten juga terhadap pengobatan kimia yang diberikan. Jika pasien tetap diberikan antibiotik sintetis secara rutin, bukan hanya resistensi bakteri saja yang akan terjadi, tapi efek samping juga makin banyak bermunculan karena “bakteri menguntungkan” telah banyak dimatikan oleh antibiotik ini.

Hukum Alam telah menetapkan bahwa tiap organisme memiliki kecenderungan untuk bertahan hidup. Virus, bakteri, jamur, dan mikroba lainnya telah ditetapkan dalam Hukum Alam untuk bisa BERADAPTASI dan bertahan hidup. Adaptasi mikroba inilah yang menyebabkan mereka bisa bermutasi dan resisten.

Salah satu ciri Hukum Alam adalah segala mikroba telah dirancang untuk BERADAPTASI dan bertahan hidup dari “racun” atau “serangan” sintetis (buatan manusia). Ciri Hukum Alam berikutnya adalah segala mikroba memiliki “penghancur” alaminya tersendiri dimana mikroba tersebut TIDAK AKAN PERNAH bisa beradaptasi dan bertahan hidup. Hukum Alam ini sudah merupakan bagian dari rancangan Allah dan jika kita bijaksana, kita tinggal memanfaatkannya saja.
Itulah sebabnya mengapa segala cara tidak alami dari manusia untuk membasmi penyakit selalu mendapatkan penolakan baik dari tubuh kita sendiri (berupa efek samping) dan juga penyakit yang kita ingin basmi.
Lain halnya jika kita memakai herbal atau terapi alami lainnya untuk memusnahkan penyakit, pengobatan alami tersebut mengandung “zat pembunuh alami” bagi mikroba tertentu. Dan yang harus Anda sadari adalah zat pembunuh alami ini telah dirancang oleh Allah dalam KemahabijaksanaanNya untuk bisa membunuh mikroba-mikroba tertentu tanpa menimbulkan resistensi.
Sama seperti Kucing adalah pemangsa alami hama tikus, dan tikus TIDAK BERDAYA melawan kucing, kandungan alami dalam pengobatan alami, seperti misalnya Habbatus sauda memiliki asam amino, zaitun , madu, propolis lebah memiliki kandungan polifenol yang tinggi, sangat efektif dalam membasmi berbagai virus dan bakteri, dengan aman dan mikroba tersebut tak berdaya untuk bisa “melawan balik” atau resisten. Ini sudah menjadi Hukum Alam dari Allah yang Maha bijaksana, yang telah merancangkan jauh-jauh hari di awal penciptaan bumi.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan pengobatan yang tubuh dan penyakit kita sendiri tidak akan resisten, pakailah pengobatan alami ciptaan Allah. Allah telah mempersiapkan musuh dan pembunuh alami bagi mikoba-mikroba penyebab penyakit. Apa Anda meragukan hikmatNya dengan cara meragukan rancangan dan ciptaan Allah ini?.

ARV Jika Diminum Rutin, Tubuh dan Penyakit Akan Tetap Resisten. Salah satu DUSTA BESAR medis konvensional adalah Odha wajib minum ARV supaya virus tidak resisten. Saya sungguh prihatin dengan para Odha yang tidak memiliki pengetahuan cukup tentang sains kesehatan. Mereka menerima “doktrin” ini begitu saja karena mereka SEDANG DILANDA KEKHAWATIRAN YANG LUAR BIASA. Perasaan inilah yang membuat para Odha tidak bisa berpikir rasional dan mau menerima begitu saja apa yang dikatakan oleh dokter medis konvensional tanpa ada keraguan sedikitpun dan tanpa berusaha menyelidikinya.

ARV jika diminum rutin, tubuh dan penyakit akan tetap resisten terhadapnya. Jika Anda ingin bukti dari pernyataan kontroversial saya ini, silahkan perhatikan saja para Odha pemakai ARV disekitar Anda. Cepat atau lambat, mereka menaikkan dosis ARV atau mengganti jenis ARV supaya tidak memperlihatkan gejala oportunistik berlebih.
Lain halnya bagi para Odha yang menolak ARV dari sejak awal, kemudian memakai pengobatan alami secara rutin, mereka justru memperlihatkan kondisi yang MAKIN SEHAT SECARA PASTI (dan bisa dibuktikan secara lab) tanpa harus menaikkan dosis pengobatan!

Disamping itu, yang perlu Odha sadari adalah yang membunuh para almarhum Odha adalah ARV itu sendiri, dan bukan HIV-nya! Kenapa bisa demikian? Karena HIV itu sendiri tidak pernah ada! Bayangkan saja, apa yang terjadi jika Anda sebenarnya hanya terinfeksi penyakit biasa (misal sakit perut, influenza, lymphadenitis, pneumonia, dll) tapi diberikan OBAT KERAS yang PENUH DENGAN EFEK SAMPING MEMATIKAN? Tentu saja cepat atau lambat, obat keras itulah yang akan membunuh Anda, bukan penyakit Anda! Itulah yang terjadi dengan para almarhum Odha yang rutin memakai ARV!

ARV harus Odha konsumsi SEUMUR HIDUP dan tetap TIDAK MENYEMBUHKAN Odha, sedangkan pengobatan alami hanya dikonsumsi sampai mereka sembuh.

Jadi, saya tekankan kepada para Odha:

TINGGALKAN ARV DAN MULAILAH PENGOBATAN ALAMI CIPTAAN ALLAH SEBELUM TERLAMBAT!!!

Obat-Obatan Kimia Adalah Obat yang Merusak Alam. Coba Anda bayangkan, apa yang akan terjadi jika semua penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa ini memakai obat-obatan kimia, setelah itu membuangnya di air dan tanah kita? Mudah ditebak: berton-ton racun kimia ini akan mencemari air dan tanah Indonesia, mengacaukan ekosistem, merusak tanaman, mengganggu kehidupan hewan, dan yang pasti… kita meracuni diri sendiri dan anak-cucu kita!

Oleh karena itu, saya tidak heran jika di media massa sering diberitakan adanya hewan maupun manusia yang lahir dengan kelainan genetis, lemah sering sakit-sakitan, atau cacat. Hal-hal seperti ini juga erat hubungannya dengan pencemaran lingkungan yang mempengaruhi genetika semua mahluk hidup.

Menurut pendapat saya, kebiasaan lebih senang memakai pengobatan kimia dibandingkan pengobatan alami ciptaan Allah, adalah tindakan yang “TANPA SADAR” merendahkan Maha Karya Allah dalam alam ciptaanNya. Allah SWT dengan KemahabijaksanaanNya telah mempersiapkan alam untuk menyembuhkan SEGALA penyakit yang ada, yang siap kita pakai secara murah bahkan ada yg cuma-cuma. Namun dengan kesombongan akan “kepintaran” manusia, kita secara “bawah sadar” berkata kepada Sang Maha Bijaksana, ”Allah,… cara dan buatan kami (standar pengobatan manusia dan obat-obatan kimia) lebih manjur daripada cara dan buatanMu (Hukum Alam dan obat alami), Jadi saya lebih memilih obat kimia ini dech… Sorry ya Allah SWT…”.

Produsen obat-obatan kimia medis konvensional berkata, “Tapi bukankah produk-produk kami mengolah alam karena juga berasal dari alam?”

Ya memang benar obat-obat kimia medis konvensional berasal dari alam. Bahkan segala yang ada di sekitar adalah dari alam, seperti misalnya mobil, jam tangan, radio, racun serangga, kosmetik, dan sebagainya.

Tapi permasalahannya adalah benarkah memproduksi obat-obatan kimia adalah tindakan mengolah alam?
Tidak. Yang benar adalah merusak alam.

Contoh pengobatan yang mengolah alam adalah suplemen atau obat herbal. Pembuatan obat herbal merupakan tindakan mengolah alam. Perbedaannya sungguh besar karena pembuatan herbal tidak merusak “rancangan” Allah atas materi asal yang dijadikan obat herbal. Unsur alam yang ada telah memiliki fungsi atau manfaat yang telah ditentukan Allah SWT sebelumnya dan tinggal kita yang memanfaatkan alam tersebut sesuai dengan yang “dimaksudkan” Allah SWT untuk kebaikan kita.

Contoh mengolah alam dalam pengobatan alami adalah Habbatus sauda, Zaitun, Madu, pemanfaatan khasiat kelapa dengan membuat suplemen Virgin Coconut Oil, pemanfaatan khasiat omega-3 pada minyak ikan dengan ekstrak minyak ikan, pembuatan suplemen klorofil, pembuatan ekstrak bawang putih, herbal dari bumbu-bumbu dapur, jamu asli, dan sebagainya.

Lain halnya dengan obat-obatan yang dibuat oleh manusia dengan cara pemisahan unsur molekul dari molekul aslinya (yang sebenarnya “menyeimbangkan”), sehingga “rancangan awal Allah SWT” atas molekul tersebut jadi hilang.

Contoh merusak alam dari molekul asli yang sebenarnya untuk “menyeimbangkan” adalah pembuatan garam meja yang digembar-gemborkan mengandung yodium yang baik untuk kesehatan ternyata adalah garam berbahaya yang telah dipecah dari unsur garam aslinya. Garam yodium malah terbukti menyebabkan hipertensi sedangkan garam laut asli yang “kita jauhi” ternyata diciptakan oleh Allah untuk penyedap rasa yang nikmat dan baik untuk meyembuhkan berbagai masalah kesehatan.

Jika ada yang berpendapat bahwa pengobatan alami tidak bisa dipercaya karena kurang penelitian, saya katakan ini adalah pendapat yang salah besar. Jika Anda melakukan pencarian pada Search Engine Google, akan Anda dapati beribu-ribu jurnal ilmiah yang mempublikasikan bukti-bukti ilmiah dari pengobatan alami.

Bukti-bukti dan fakta sejarah telah ada di depan mata kita!